Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Oktober 2010

Izrail dan Lelaki Muda

oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 01 November 2010 jam 10:22

Seorang lelaki muda dalam mimpinya didatangi oleh Izrail sang malaikat maut. Izrail berkata, “kamu telah diberi nikmat hidup oleh Allah, maka bersiaplah karena suatu saat engkau akan mati.” Lelaki itu berujar, “bolehkah aku minta dikabulkan satu hal? Berikan saya tanda-tanda jika ajal saya telah menjelang.” Izrail pun mengabulkan, lalu pergi meninggalkan lelaki muda itu.

Hari berganti, tahun terus berlalu, sementara itu, lelaki tersebut terus sibuk dengan berbagai kenikmatan dunia. Karier, prestasi, keluarga, harta, perniagaan, dan kecintaan terhadap dunia terus melenakannya. Hingga saatnya izrail datang untuk menjemputnya, ia terperangah dan takut. Saya belum siap wahai izrail, lagi pula engkau tidak memenuhi janji untuk mengirimkan tanda-tanda bahwa kematianku telah dekat,” protes lelaki muda itu. Dengan tegas sang malaikat yang tak pernah kenal kompromi itu (kecuali kepada Rasulullah SAW dan pengikutnya yang beriman) mengatakan, “Bukankah sudah banyak utusanku yang datang untuk mengingatkanmu.

Rambut yang memutih, wajah yang keriput, gigimu yang tanggal satu per satu, anak-anakmu yang semakin tumbuh besar, orang-orang di sekitarmu yang mendahuluimu, dan masih banyak lagi. Mereka semua adalah tanda-tanda yang telah mengingatkan akan kematianmu. Hanya saja kamu tidak menyadari kedatangan mereka dan pesan yang mereka bawa karena itu hari ini tiada lagi kesempatan itu diberikan padamu karena ajal telah menjemputmu. Dan sayang sekali engkau ada dalam kerugian.“

Demikianlah, banyak orang di zaman sekarang begitu terlena dengan kehidupan dunia. Pekerjaan sehari-harinya adalah menumpuk-numpuk harta pergi pagi pulang petang mengejar karier, ke sana ke mari mengurusi perniagaan, sibuk mencari popularitas diri, dan terus-menerus memupuk kecintaan terhadap dunia hingga tanpa disadari kerapuhan hati dan jiwa telah menjangkiti hati mereka. Sementara itu, mereka pun tinggal dalam rumah mewah berpagar tinggi seolah menjadi pembatas. Mereka seolah tak kenal dan tak butuh orang lain karena mereka menyangka harta mereka bisa mengekalkan dan menyelamatkan kehidupan sementara ini. Tidakkah mereka sadar hingga suatu saat sang malaikat pembawa kematian datang menjemputnya, dan kala itu pertobatan tiada berguna lagi?

Sumber Perumusan Artikel :

Tim Kepanitiaan Ifthor Jama'i (Senin-Kamis) YISC Al-Azhar Jakarta

Selasa, 26 Oktober 2010

berkah shalawat--->unta jadi hakim

Pada zaman Rasulullah s.a.w, ada seorang Yahudi yang menuduh orang Muslim mencuri untanya. Maka dia datangkan empat orang saksi palsu dari golongan munafik. Nabi s.a.w lalu memutuskan hukum unta itu milik orang Yahudi dan memotong tangan Muslim itu sehingga orang Muslim itu kebingungan. Maka ia pun mengangkatkan kepalanya menengadah ke langit seraya berkata, "Tuhanku, Engkau Maha Mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak mencuri unta itu."
Selanjutnya orang Muslim itu berkata kepada Nabi s.a.w, "Wahai Rasulullah, sungguh keputusanmu itu adalah benar, akan tetapi mintalah keterangan dari unta ini."

Kemudian Nabi s.a.w bertanya kepada unta itu, "Hai unta, milik siapakah engkau ini ?"
Unta itu menjawab dengan kata-kata yang fasih dan terang, "Wahai Rasulullah, aku adalah milik orang Muslim ini dan sesungguhnya para saksi itu adalah dusta."
Akhirnya Rasulullah s.a.w berkata kepada orang Muslim itu, "Hai orang Muslim, beritahukan kepadaku, apakah yang engkau perbuat, sehingga Allah Taala menjadikan unta ini dapat bercakap perkara yang benar."
Jawab orang Muslim itu, "Wahai Rasulullah, aku tidak tidur di waktu malam sehingga lebih dahulu aku membaca selawat ke atas engkau sepuluh kali."

Rasulullah s.a.w bersabda,
"Engkau telah selamat dari hukum potong tanganmu di dunia dan selamat juga dari seksaan di akhirat nantinya dengan sebab berkatnya engkau membaca selawat untukku."
Memang membaca selawat itu sangat digalakkan oleh agama sebab pahala-pahalanya sangat tinggi di sisi Allah. Lagi pula boleh melindungi diri dari segala macam bencana yang menimpa, baik di dunia dan di akhirat nanti. Sebagaimana dalam kisah tadi, orang Muslim yang dituduh mencuri itu mendapat perlindungan daripada Allah melalui seekor unta yang menghakimkannya.

Selasa, 19 Oktober 2010

awas bila ketawa~~

Posted September 22, 2010 by khazinatul asrar in Muhasabah
Menonton pelawak beraksi di atas pentas atau di kaca TV (senario ke) kita pun ketawa berdekah-dekah. Kenapa harus ketawa? Lantaran hati kita ni digeletek oleh lawak mereka. "ok ok ok KAH KAH"

Sekumpulan orang2 yang melingkungi seorang tukang ubat tenaga batin di Chow Kit sedang gelak ketawa mendengar 'temberang' sang tukang ubat. Jadi, dunia ni penuh dengan gelak ketawa manusia. Cuma kucing2 saja yang tak ketawa (mungkin gelak dalam bunyi meow meow agaknya). Mayat yang terbujur kaku dalam rumah, orang2 yang berziarah duduk2 bersembang di luar dan terburailah gelak ketawa mereka bila tersentuh yang lucu dan mencuit hati. "ok ok ok KAH KAH KAH"

Di dalam masjid pun, orang2 boleh ketawa. Borak2 di beranda masjid sambil hisap rokok bersantai2 menunggu waktu antara Maghrib dan Isyak. Sedang mengadap Quran pun orang boleh gelak lagi. Bilal sedang mengalunkan azan pun org ketawa. Syaitan membisikkan "ketawalah kuat2 dan mengilai2 lagi gamat" "KAH KAH KAH ok ok ok"

Tapi bila kita menangis? Pada detik kita lahir dari perut ibu diiringi dengan tangisan. Kerana apa menangis? Syaitan benci melihat manusia menangis. Syaitan mahu ketawa sepanjang masa. "Ha ah, itu kawanku," kata syaitan. Ya, org bebas ketawa girang gembira. "ketawa tu nikmat, laugh is the best medicine, omputih kata", kata seorang hamba Allah. "ok ok ok"

Tak pernah ke kita nak menghayati sabda Rasulullah, idola manusia sepanjang zaman? sabda baginda yang bermaksud: "Diharamkan api neraka untuk membakar mata yang pernah menangis kerana merasa hebat kepada Allah. Diharamkan api neraka membakar mata yang pernah berjaga-jaga dalam perang sabil, dan diharamkan api neraka untuk membakar mata yang pernah dipejamkan dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah..".

Sabda Baginda lagi : "Banyak ketawa itu mematikan hati dan melalaikan daripada mengingati akhirat dan mempusakai marah dalam hati".

"Tertawa di dalam masjid itu menenggelamkan di dalam kubur dan mematikan hati dan melalaikan daripada menyebut nama Tuhan".

Daripada Hassan Basri, tertawa itu ada 2 bahagian. Satu bahagian, tertawa yang disukai Allah iaitu diberi pahala untuk org yang tertawa. Tertawa sayang yang disukai Allah ialah senyum seorang di hadapan saudaranya bertujuan untuk menyukakan hatinya. Dan tawa yang dimurkai Allah ialah tertawa kerana perkataan atau percakapan orang lain.

Kalau sahabat semua nak tau, Syaitan pun suka ketawa. Bila?

Daripada Abu Hurairah .a : Rasulullah telah bersabda yang bermaksud: "Apabila menguap salah seorang kamu dalam sembahyang, maka hendaklah kamu menutup mulutnya sedapat mungkin dan jangan sampai mengatakan 'hah' kerana sesungguhnya yang demikian itu dari syaitan yang ketawa "ok ok ok KAH KAH KAH KAH"

TAUBAT DARI CINTA DUNIA

Cinta dunia ini..
Betapa mempesonanya dunia ini dengan tamiznya,
Seringkali ku tergoda dengan alwaninya yang sementara,
Lantas membuatkanku sering terleka akan Ya Mushawwir.

Cinta dunia ini..
Betapa nikmatnya hidup penuh kesenangan,
Seringkaliku mengejar mencari alaa’ duniawi tak berkesudahan,
Lantas melalaikan ubaidah syukurku kepada Pemberi nikmatku.

Cinta dunia ini..
Betapa ku asyik dibuai cinta duniawi,
Seringkaliku tertewas akan kasih insani yang penuh janji,
Lantas aku lupa akan kasih mauhibah ar-Rahmanku,

Cinta dunia ini,
Betapa manisnya hidup di dunia ini penuh sa’diah,
Seringkaliku terdeperdaya mengikut syaitan yang beraja di hati,
Lantas aku terlupa akan azab akhirat ciptaan Ya Muntaqim.

Ya Baaqy..
Hanya kepada-Mu jua cinta abadi,
Kini aku mengerti tiada sudahnya dunia yang ku cari,
Syaitan sentiasa menggodaku sedangkan imanlah penyelamat hakiki.

Ya Raqibb..
Jangan biarkan aku tanpa pimpinan-Mu,
Lindungilah aku daripada syaitan dan nafsu,
Musuh utamaku yang tersembunyi dalam hidup penuh berliku.

Ya Ghafuur..
Ampunilah kelekaan dan dosa-dosaku,
Ku tahu dosaku tidak melayakkan aku ke Jannah-Mu,
Namun aku tidak berdaya menahan seksa Jahim-Mu.

Ya Haadiy..
Kurniakan aku hidayah,
Agar dikuatkan imanku yg sentiasa lemah,
Moga ku dapat merasai nikmat kemanisan iman..

Ya ALLAH..
Hasbiyaalllah, cukuplah hanya Engkau cintaku,
Ku takut untuk menyintai dunia ini,
Kerana ku tahu cinta dunia ini membuatkanku jauh dari rahmat-Mu.


taubat_tasbih.jpg



“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; kerana sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi “
(QS. Ali Imran:8)



. Tamiz=keunikan
• Alwani=warna-warni
• Alaa’=nikmat
• Ubaidah=ibadat
• Mauhibah=pemberian
• Sa’diah=kebahagiaan

12 BARISAN MANUSIA..... MENUJU AKHIRAT~~

Posted October 15, 2010 by khazinatul asrar in Muhasabah
Barisan pertama:
Di iringi dari kubur dlm keadaan tidak bertangan & berkaki . keadaan ini dijelaskan melalui seruan Allah S.W.T :
"Mereka orang2 yg menyakiti hati jiran sewaktu hidup mereka. Mereka yg sombong & tidak berbuat kebaikan kepada jiran tetangga akan mendapat kehinaan didunia maupun di akhirat".
Firman Allah 'aku akan memalingkan hati orang yg sombong serta takbur di muka bumi ini dengan tiada alasan yg benar dari (memahami) ayat2 ku(yg menunjukkan kekuasaan ku),itulah balasan & tempat kembali mereka adalah neraka".

Barisan ke-2:
Di iringi dari kubur dlm bentuk babi hutan datang seruan Allah
"mereka orang yg meringan2kan solat sewaktu hidup,sesungguhnya orang yg memelihara solat 5 waktu akan dihindari dari siksa kubur sebaliknya, mereka yg mengabaikan maka waktu dia mati, Mayatnya akan dihimpit oleh liang lahat sehingga berselisih tulang rusuk."
Rasulullah saw bersabda "sesungguhnya seorang hamba apabila dia berdiri untuk bersolat,maka di letakkan semua dosanya di atas kepala & kedua2 bahunya, maka setiap kali dia rukuk atau sujud, berjatuhanlah dosa2 itu.

Barisan ke-3:
Di iringi dari kubur dgn bentuk keldai & perut penuh ular serta kala jengking
"mereka adalah orang yg enggan membayar zakat ketika hidupnya walaupun pada ketika itu mereka tergolong dlm orang yg berkemampuan.
Inilah balasannya & tempat kembali mereka adalah neraka.

Barisan ke-4:
Diiringi dari kubur dlm keadaan darah memancut keluar dari mulut
"Mereka adalah antara orang yg suka berdusta ketika berjual beli. Berniagalah dengan jujur serta amanah agar hasil yg diperoleh datang dari sumber yg halal.

Barisan ke-5:
Diiringi dari kubur dalam keadaan berbau busuk seperti bangkai ketika itu Allah menurunkan angin sehingga bau busuk itu menganggu ketenteraman padang mahsyar
"Mereka ini adalah orang yang menyembunyikan perlakuan derhaka, takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula takut kepada Allah. inilah balasannya & tempat mereka juga adalah neraka.

Barisan ke-6:
Diiringi dari kubur dengan keadaan kepala terputus dari badan mereka adalah orang yg dahulunya menjadi saksi palsu.

Barisan ke-7:
Diiringi dari kubur tanpa lidah tetapi mengalir darah & nanah dari mulut mereka. Me reka ini adalah orang yg enggan memberi kesaksian kebenaran.

Barisan ke-8:
Diiringi dari kubur dlm keadaan terbalik,kepala kebawah & kaki ke atas. M ereka adalah orang yg melakukan zina.
Tempat mereka juga adalah di neraka. Sabda rasulullah "tiada bersunyi2an antara seorang lelaki & wanita,melainkan wujudnya syaitan sebagai orang ketiga antara mereka".

Barisan ke-9:
Diiringi dari kubur dengan wajah hitam & bermata biru, sementara dlm diri mereka penuh dengan api gemuruh mereka adalah orang yg makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sepatutnya.

Barisan ke-10:
Diiringi dari kubur dlm keadaan tubuh berpenyakit sopak & dipenuhi kusta. M ereka ini adalah orang yg derhaka kepada ibu bapa sewaktu hidupnya.

Barisan ke-11:
Diiringi dari kubur dlm keadaan buta,gigi panjang seperti tanduk lembu jantan,bibir terjuih hingga ke dada & lidah terjulur hingga ke perut serta keluar pelbagai kotoran yg menjijikkan.
Mereka ini adalah orang yg minum arak sewaktu hidupnya.

Barisan ke-12:
Diiringi dari kubur dengan wajah bersinar2 seperti bulan purnama. mereka melalui titian Siratulmustakim seperti kilat.
Datang suara dari sisi Allah yang memaklumkan "mereka semasa hidupnya adalah orang yg beramal salih & melakukan kebaikan.
Mereka juga menjauhi perbuatan derhaka, memelihara solat lima waktu & meninggalkan dunia dalam keadaan bertaubat.
Inilah balasan mereka & tempat kembali mereka adalah syurga, beroleh keampunan, kasih sayang & keredhaan Allah S.W.T"

Senin, 18 Oktober 2010

Penyebab Bayi Menangis Saat Dilahirkan

Seorang ibu tentu akan merasa senang ketika mendengartangisan pertama kali sang buah hati saat dilahirkan. Karena ini menjadi bukti bahwa sang bayi lahir dengan selamat. Rasa sakit di detik-detik perjuangan saat melahirkan seolah pupus sudah tatkala sang Ibu melihat bayi mungil yang keluar dari rahimnya menangis dengan keras. Inilah satu-satunya tangisan seorang bayi yang tidak pernah membuat sang Ibu manapun merasa kesal, sedih atau bahkan marah, namun sebaliknya senyum simpul dan rasa lega yang terpancar pada wajah sang ibu seakan menggambarkan rasa bahagia menyambut kedatangan sang buah hati. Namun sebenarnya apa yang menyebabkan bayi menangis saat dilahirkan? Mau tahu?

Telah menjadi ketetapan bahwa setiap bayi yang lahir pasti menangis, kecuali bayi yang lahir tanpa ruh didalamnya, atau telah meninggal ketika dalam kandungan. Tapi tahukah saudara mengapa bayi yang lahir selalu menjerit menangis?. Dan mengapa pula setiap bayi (muslim) yang baru lahir di perintahkan tuk di kumandangkan adzan di telinga kanannya?. Rasulullah memerintahkan hal ini tentunya bukan tanpa sebab kan.

Dan Islam mampu menjawab setiap pertanyaan ini dari sudut pandang al Qur’an dan Sunah. Sebagai Muslim tentu kita mesti percaya akan setiap kandungan yang ada di dalam al Qur’an dan as Sunah. Karena al Qur’an dan sunah adalah satu-satunya pedoman dan sumber hidup yang mampu mengabarkan serta mengungkap perihal hal-hal yang gaib, jadi tidak ada salahnya kalau Islam menjawab semua pertanyaan ini.. Tidaklah manusia mengetahui tentang hal-hal yang gaib kecuali sedikit.

Seperti yang saya kemukakan di muka bahwa setiap ayi yang lahir ke dunia selalu di tandai dengan suara tangis, berdasarkan hadist Nabi saw yang disampaikan oleh Ibnu Abbas, beliau berkata “ Tidak ada seorang anak yang lahir, kecuali ia menangis….” ( HR. Ad-Darami ). Tentunya bayi di sini adalah bayi yang lahir dengan ruh yang masih menancap di tubuh si bayi. Hanya Maryam dan anaknya, nabi Isa, saja yang lahir dengan tidak disertai tangisan seperti umumnya bayi yang sedang lahir. Bukankah Allah Maha Besar atas segala sesuatu.

Nah, lalu mengapa mereka menangis? Baiklah, Tahukah saudara bahwa setan telah mengikuti Saudara sejak pertama laki saudara menatap dunia ini, menginjakkan kaki di dunia ini?. Mereka menggoda saudara agar senantiasa menjauhi ajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi saw. Rasulullah pun tak lepas dari berbagai tipu muslihat setan yang selalu menyertainya, bedanya Rasulullah ada yang selalu melindungi, yaitu Allah Ta’ala, sehingga beliau senantiasa terhindar dari tipu daya setan. Terus apa hubungannya antara setan yang mengikuti bayi sejak lahir dengan tangisan mereka saat dilahirkan? Tentu ada hubungannya, usut mau diusut, ternyata nich, bayi-bayi itu menangis disebabkan karena mereka ditikam oleh setan-setan laknatullah, tepatnya dibagian perut mereka, dan ini tidak dapat dilihat oleh manusia secara kasat mata, tapi dapat di rasakan oleh sang bayi sehingga mereka merasa sakit dan akhirnya menangislah mereka..

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, beliau berkata, “ Saya mendengar Rasulullah bersabda,’ tidak ada seorang anak Adam yang lahir kecuali di pegang oleh setan ketika ia dilahirkan, sehingga ia berteriak menangis karena pegangan setan, kecuali maryam dan anaknya.’ “ Hal ini juga disampaikan oleh Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Ad Darami, beliau berkata, “ Tidak ada seorang anak yang lahir, kecuali ia menangis, setan memegang perutnya hingga ia menangis kecuali Isa putra maryam” Bagaimana saudaraku, jelaskan?

Baiklah, pertanyaan selanjutnya, mengapa setiap bayi yang lahir diperintahkan agar diperdengarkan suara Adzan di telinga kanannya dan di iqamahi di telinga kirinya? Yup, tak lain dan tak bukan adalah agar setan-setan yang menyertai sang bayi tersebut lari terbirit-birit, (he..he..setan juga bisa lari terbirit-birit tho!) hal ini di sebabkan rasa takut mereka atas lafadz Allah. Sehingga mereka tidak lagi mengganggu bayi mungil tersebut. Manfaat lain dari adzan tersebut adalah agar yang pertama kali di dengar sang bayi saat di dunia ini adalah lafadz-lafadz Ilahi, sehingga di harapkan nantinya mereka menjadi manusia yang sholeh dan selalu ingat akan Allah. Subhanallah.

Sebagaimana telah kita ketahui sebelumnya penyebab menangisnya seorang bayi ketika lahir, yaitu karena setan menikam mereka. Untuk itu menurut Jamal Abdurrahman dalam bukunya “ Cara Nabi Menyiapkan Generasi “ mengatakan bahwa adzan berfungsi sebagai tikaman balik kepada setan yang selalu berusaha merusak generasi.

Setan lari ketika mendengar suara Adzan. Allah memperdengarkan kepada setan apa yang membuatnya marah dan takut. Jadi adzan adalah pusaka ampuh pengusir setan dan sebangsanya.. So, Tidak jamannya lagi pakai jampi-jampi atau semacamnya tuk mengusir setan yang membelenggu tubuh kita, karena sejatinya itu adalah perbuatan syirik. Dan syirik itu salah satu dosa besar yang dengan mudah mengantarkan manusia menuju neraka jahim. Naudzubillah.

Nah, sekarang tahukan mengapa bayi selalu menangis tatkala lahir. Setan tak akan pernah lelah tuk menjerumuskan kita kepada kesesatan, sampai kita mau menemani mereka di neraka jahanam kelak. So guys, satukan langkah, tingkatkan iman dan takwa kita, buat setan menangis dan jera dalam menyesatkan manusia sehingga mereka tidak dapat seenaknya saja mengobrak-abrik jiwa kita dan menjerumuskan kita dalam lembah nista. Jangan lupa pula tuk selalu berdo’a kepada Allah agar dijauhkan dari kejammya tipu daya setan. Saudaraku sekaranglah saatnya, raih tujuan hidupmu yang hakiki. Dan Ssssttt….ssstttt…..hati-hati setan selalu mengintai saudara setiap saat.

BARUTAHU kan?

Sumber:ahsinmuslim.wordpress.com

Hidayah Hanyalah Milik Allah

Posted October 16, 2010 by zahra hany
Para pembaca yang semoga dirahmati Allah ta’ala, mungkin kita sering berfikir, sudah banyak sekali cara kita untuk menyadarkan seseorang yang kita cintai, untuk merubah sifat seseorang yang sangat disayangi. Akan tetapi, segala cara dan upaya kita, ternyata tidak mampu untuk merubahnya menjadi seseorang yang baik. Sebenarnya apa yang salah dengan upaya kita, bagaimanakah caranya agar kita dapat merubah seseorang?

Mengenai hal ini, perlu kita ketahui, hidayah atau petunjuk hanyalah milik Allah, bagaimana pun upaya kita untuk merubah seseorang, bagaimana pun kerja keras kita untuk menyadarkan seseorang, maka itu tidak ada artinya jika Allah tidak menghendaki hidayah kepadanya, orang tersebut tidak akan berubah sampai Allah memberikannya hidayah. Allah berfirman yang artinya "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56).
Ibnu katsir mengatakan mengenai tafsir ayat ini, “Allah mengetahui siapa saja dari hambanya yang layak mendapatkan hidayah, dan siapa saja yang tidak pantas mendapatkannya”.
Syaikh Muhammad ibnu Shalih Al-Utsaimin menerangkan, “Hidayah di sini maknanya adalah hidayah petunjuk dan taufik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan hidayah ini kepada orang yang pantas mendapatkannya, karena segala sesuatu yang dikaitkan dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka mesti mengikuti hikmah-Nya.”
Nabi Yang Mulia Sendiri Tidak Dapat Memberi Hidayah Taufik
Turunnya ayat ini berkenaan dengan cintanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada pamannya Abu Tholib. Akan tetapi, segala cara dan upaya yang dilakukan beliau untuk mengajak pamannya kepada kebenaran, tidak sampai membuat pamannya menggenggam Islam sampai ajal menjemputnya. Seorang rosul yang kita tahu kedudukannya di sisi Allah saja tidak mampu untuk memberi hidayah kepada pamannya, apalagi kita yang keimanannya sangat jauh dibandingkan beliau.
Tidakkah kita melihat perjuangan Nabi Allah Nuh di dalam menegakkan tauhid kepada umatnya? Waktu yang mencapai 950 tahun tidak dapat menjadikan umat nabi Nuh mendapatkan hidayah Allah, bahkan untuk keturunannya sendiri pun ia tidak dapat menyelamatkannya dari adzab, Allah berfirman yang artinya “Dan Nuh memanggil anaknya yang berada di tempat yang jauh, ‘Wahai anakku! Naiklah bahtera ini bersama kami dan janganlah kamu bersama orang-orang kafir’. Dia berkata, ‘Aku akan berlindung ke gunung yang akan menghindarkanku dari air bah. Nuh berkata, ‘Hari ini tidak ada lagi yang bisa melindungi dari adzab Allah kecuali Dzat Yang Maha Penyayang.’ Dan gelombang pun menghalangi mereka berdua, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.” (QS. Hud:42-43)
Melihat anaknya yang tenggelam, Nabi Nuh berdoa (yang artinya),“Dan Nuh pun menyeru Rabbnya, ‘Wahai Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji-Mu adalah janji yang benar, dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.’ Allah berfirman, ‘Wahai Nuh, sesungguhnya dia bukan termasuk keluargamu (yang diselamatkan), sesungguhnya amalannya bukanlah amalan yang shalih. Maka janganlah engkau meminta kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui. Sesungguhnya Aku peringatkan engkau agar jangan termasuk orang-orang yang jahil.” (QS. Hud: 45-46)
Contoh lainnya adalah apa yang dialami oleh Nabi Allah, Ibrohim. Berada ditengah-tengah orang-orang yang menyekutukan Allah, ia termasuk orang yang mendapat petunjuk. Allah dengan mudahnya memberikan hidayah kepada seseorang yang dikehendakinya, padahal tidak ada seorang pun yang mengajarkan dan menerangkan kebenaran kepadanya, Allah berfirman yang artinya “Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan yang ada di langit dan di bumi, agar dia termasuk orang-orang yang yakin. Ketika malam telah gelap, dia melihat bintang, lalu berkata, ‘Inilah rabbku’. Tetapi tatkala bintang itu tenggelam, dia berkata, ‘Aku tidak suka pada yang tenggelam’. Kemudian ketika dia melihat bulan terbit, dia berkata, ‘Inilah rabbku’. Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata, ‘Sesungguhnya jika Rabbku tidak memberi petunjuk padaku, pasti aku termasuk orang-orang yang sesat. Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata, ‘Inilah rabbku, ini lebih besar’. Tatkala matahari itu terbenam, dia pun berkata, ‘Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan! Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya’.” (QS. Al-An’am: 75-79)
Dari hal ini, sangat jelaslah bagi kita, hidayah hanyalah milik Allah, dan Allah memberi hidayah kepada orang yang dikehendakinya. Barangsiapa yang Allah beri hidayah, tidak ada seorang pun yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang telah Allah sesatkan, tidak ada seorang pun yang bisa memberi hidayah kepadanya. Allah berfirman yang artinya “Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Baqarah: 213) dan Allah berfirman yang artinya “Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemberi petunjuk.” (QS. Az-zumar:23).
Cara Menggapai Hidayah
Setelah mengetahui hal ini, lantas bagaimana upaya kita untuk mendapatkan hidayah? Bagaimana caranya membuat orang lain mendapatkan hidayah?
Di antara sebab-sebab seseorang mendapatkan hidayah adalah:
1. Bertauhid
Seseorang yang menginginkan hidayah Allah, maka ia harus terhindar dari kesyirikan, karena Allah tidaklah memberi hidayah kepada orang yang berbuat syirik. Allah berfirman yang artinya “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kesyirikan, mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-an’am:82).
2. Taubat kepada Allah
Allah tidak akan memberi hidayah kepada orang yang tidak bertaubat dari kemaksiatan, bagaimana mungkin Allah memberi hidayah kepada seseorang sedangkan ia tidak bertaubat? Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya Allah menyesatkansiapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya".
3. Belajar Agama
Tanpa ilmu (agama), seseorang tidak mungkin akan mendapatkan hidayah Allah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya “Jika Allah menginginkan kebaikan (petunjuk) kepada seorang hamba, maka Allah akan memahamkannya agama” (HR Bukhori)
4. Mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi hal yang dilarang.
Kemaksiatan adalah sebab seseorang dijauhkan dari hidayah. Allah berfirman yang artinya “Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami,dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.” (An-nisa: 66-68).
5. Membaca Al-qur’an, memahaminya mentadaburinya dan mengamalkannya.
Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus” (QS. Al-Isra:9)
6. Berpegang teguh kepada agama Allah
Allah berfirman yang artinya “Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Ali-Imron:101).
7. Mengerjakan sholat.
Di antara penyebab yang paling besar seseorang mendapatkan hidayah Allah adalah orang yang senantiasa menjaga sholatnya, Allah berfirman pada surat al-baqoroh yang artinya “Aliif laam miim, Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya dan merupakan petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.”
Siapa mereka itu, dilanjutkan pada ayat setelahnya “yaitu mereka yang beriman kepada hal yang ghoib, mendirikan sholat dan menafkahkah sebagian rizki yang diberikan kepadanya” (QS. Al-baqoroh:3).
8. Berkumpul dengan orang-orang sholeh
Allah berfirman yang artinya “Katakanlah: "Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): "Marilah ikuti kami." Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am:72).
Ibnu katsir menafsiri ayat ini, “Ayat ini adalah permisalan yang Allah berikan kepada teman yang sholeh yang menyeru kepada hidayah Allah dan teman yang jelek yang menyeru kepada kesesatan, barangsiapa yang mengikuti hidayah, maka ia bersama teman-teman yang sholeh, dan barang siapa yang mengikuti kesesatan, maka ia bersama teman-teman yang jelek. “
Dengan mengetahui hal tersebut, marilah kita berupaya untuk mengerjakannya dan mengajak orang lain untuk melakukan sebab-sebab ini, semoga dengan jerih payah dan usaha kita dalam menjalankannya dan mendakwahkannya menjadi sebab kita mendapatkan hidayah Allah. Syaikh Abdullah Al-bukhori mengatakan dalam khutbah jum’atnya “Semakin seorang meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah, niscaya bertambah hidayah padanya. Seorang hamba akan senantiasa ditambah hidayahnya selama dia senantiasa menambah ketaqwaannya. Semakin dia bertaqwa, maka semakin bertambahlah hidayahnya, sebaliknya semakin ia mendapat hidayah/petunjuk, dia semakin menambah ketaqwaannya. Sehingga dia senantiasa ditambah hidayahnya selama ia menambah ketaqwaannya.”
Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah kepada kita dan orang-orang yang ada disekeliling kita, aamiin. Washallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi washahbihi ajma’in.

Artikel www.remajaislam.com, disalin dari Buletin Dakwah At Tauhid

6 Pertanyaan untuk renungan kita bersama

Posted October 5, 2010 by lukman in Mutiara Nasehat
6 Pertanyaan untuk renungan kita bersama
1. Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ?
2. Apa yang paling jauh dari kita di dunia ?
3. Apa yang paling besar di dunia ?
4. Apa yang paling berat di dunia ?
5. Apa yang paling ringan di dunia ?
6. Apa yang paling tajam di dunia ?

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya....

Pertama : “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?".
Murid-muridnya menjawab "orang tua,guru,kawan,dan sahabatnya". Imam Ghozali menjelaskan semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "MATI". Sebab itu sememangnya janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran 185)

Kedua : "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".
Murid -muridnya menjawab "negara Cina, bulan, matahari dan bintang - bintang". Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahawa semua jawapan yang mereka berikan itu adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "MASA LALU". Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Ketiga : "Apa yang paling besar di dunia ini?".
Murid-muridnya menjawab, "gunung, bumi dan matahari". Semua jawapan itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU" (Al A'Raf 179).
Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Keempat : "Apa yang paling berat di dunia ini?".
Ada yang menjawab "besi dan gajah". Semua jawapan adalah benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "MEMEGANG AMANAH" (Al Ahzab 72).
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang amanahnya.

Kelima : "Apa yang paling ringan di dunia ini?"...
Ada yang menjawab "kapas, angin, debu dan daun-daunan". Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita meninggalkan sholat, gara-gara bermesyuarat kita meninggalkan sholat.

Minggu, 17 Oktober 2010

BETAPA MUDAH.... BETAPA SULITNYA !!!!!!!!

oleh Ummu Jameelah Fillah pada 01 Agustus 2010 jam 21:54

Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp 100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan. Tetapi ............... Betapa kecilnya kalau dibawa ke mall untuk dibelanjakan.

Betapa lamanya melayani Allah SWT selama 15 menit. Namun ................ Betapa singkatnya kalau kita melihat film.

Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata (spontan) ketika kita berdoa. Namun ................. Betapa mudahnya untuk mengobrol atau mengghibbah dengan pacar atau teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.

Betapa ringannya kita di kamar mandi (BAB) selama 15 menit sambil bernyanyi. Tetapi ................... Betapa sulitnya shalat khusyuk dibarengi dzikir selama 15 menit.

Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktu ekstranya. Namun ................. Kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit dari biasanya.

Betapa sulitnya untuk membaca 1 lembar Alqur'an. Tetapi ................ Betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.

Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser. Namun ................. Lebih senang berada di shaf paling belakang ketika berada di masjid.

Betapa nikmat dan ringannya kita makan dilanjut dengan merokok selama 30 menit. Namun .................. Betapa sulitnya kita merenung tentang ke absolutan dan ke Esaan Allah SWT walau hanya 10 menit.

Betapa mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata. Namun ................. Alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.

Betapa sulitnya menyediakan waktu untuk shalat 5 waktu. Namun ............ Betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan.

Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam Alqur'an. Namun ............... Betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.

Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran. Namun ................. Betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci Alqur'an.

Betapa setiap orang ingin masuk ke syurga seandainya tak perlu untuk percaya atau berpikir atau mengatakan apa-apa atau tidak perlu berbuat apa-apa.

Jangan...~

oleh WeLove Islam pada 26 September 2010 jam 1:10

Janganlah terlalu takut dihina manusia, namun takutlah dengan penghinaan daripada Allah atas dosa2 kita..

Janganlah segan dengan pemberian sedikit , kerana itu lebih baik daripada banyak namun slalu berbangga dan mengungkit2..

Janganlah terlalu mencari cinta manusia, sedangkan diri jauh dari Yang Maha Esa..

Janganlah terlalu menyimpan ego didalam dada, kerana kita semua adalah hamba Pencipta.

Janganlah merasakan diri baik sentiasa, hingga merasakan buruk pd lain manusia, sebab hidayah itu milik Allah Ta'ala..

Janganlah terlalu mengejar dunia, kerana dunia pasti lenyap akhirat kekal slama2nya..

Janganlah terlalu melihat pada harta kemewahan, kerana bukanlah ianya tanda kebahagiaan..

Janganlah terlalu meletakkan sesuatu harapan yang tinggi, kerana semua itu belum pasti, bergantung sentiasa pada Ilahi…

Janganlah cuba mengimpikan untuk berjaya, jika diri malas berusaha..

Janganlah cuba membesar2kan diri, kelak pasti binasanya hati

Janganlah menangis kerana cinta manusia, kerana itu menunjukkan diri terlalu lemah dan tak berdaya

Janganlah lupa bertaubat setiap masa, kerana kita tak dapat lari daripada kesilapan jiwa

Janganlah malas berbuat amal kebajikan, kerana dunia ini adalah tempat persinggahn mencari bekalan

Janganlah mengimpikan insan yg baik dan soleh/ah sbg pasangan, seandainya diri tidak seperti apa yg diimpikan

Janganlah takut berusaha untuk berjaya, kerana Allah melihat atas usaha, bukan atas hasilnya..

Janganlah malas beribadat pd Yang Maha Esa, kerana api neraka sedang menanti kita

Janganlah terlalu mengejar harta hingga abaikan ibadat kpdNya, kelak badan akan binasa, mati akan sia-sia tanpa amalan untuk akhirat sana..

Janganlah mengimpikan syurga, jika diri bersikap seperti ahli neraka

Janganlah cuba menyelami cinta, jika iman masih belum kuat di jiwa

Janganlah berlagak pandai dan bijaksana, sebab ilmu itu Allah yang punya

Janganlah sombong dan selalu berbangga-bangga, kerana semua didunia milik Allah Ta'ala

Janganlah sedih menerima dugaan, kerana menantinya pahala berlipat kali ganda, tanda kasih sayangNya

Janganlah terlalu bergembira, kelak akan terleka, pasti dimurkaiNya...

Janganlah kerana kegembiraan hadir pd jiwa, hati semakin jauh dariNya

NASEHAT SEPANJANG JAMAN

oleh Astaghfirullahal Azhiim pada 09 Oktober 2010 jam 20:08


Barangsiapa merasa cukup dengan apa
yang telah diberikan Allah, maka dia
kaya.

Barangsiapa suka memandang harta
orang lain, dia akan mati miskin.

Barangsiapa tidak redha (tidak rela)
dengan apa yang telah diberikan Allah
kepadanya, maka dia telah menentang
keputusanNya (qadha ’Nya)

Barangsiapa memandang remeh
kesalahannya, maka dia akan
memandang besar kesalahan orang
lain.

Barangsiapa memandang besar
kesalahannya, maka dia akan
memandang remeh kesalahan orang
lain.

Barangsiapa membuka aib orang lain,
maka aib keturunannya akan
tersingkap.

Barangsiapa menggali lubang untuk
mencelakakan saudaranya, maka dia
sendiri akan terjerumus ke dalamnya.

Barangsiapa bergaul dengan ulama,
maka dia akan dimuliakan.

Barangsiapa memasuki tempat-tempat
biasa dikunjungi orang-orang bodoh,
maka dia akan direndahkan.

Dan barangsiapa memasuki tempat-
tempat kemaksiatan, maka dia akan
dituduh berbuat maksiat.

“Orang yg sukses adlh mereka yg
berhasil mengenali, menggali, &
memompa seluruh potensi Diri, shg
mampu menggagas karya2 & ide2
terbaik demi kemaslahatan Ummat..

===================

“Berilmu lah sebelum berbicara,
bersikap, dan bertindak. Diam adalah
kehati hatian. Perhatikan darimana
kamu ambil kabar berita..jngan lihat siapa
yang berbicara, dan telitilah mana yang
benar dan salah !”
=====================
“”Hati yg plg Allah kasihi ialah hati
yg plg lembut t’hdp saudaranya, plg
bersih dlm keykinannya & plg baik dlm
agama ” “salam ukhuwah untuk
semua sahabatku…
=================================
“ seorang mu’min itu jika dia
melihat, maka dia mengambil pelajaran,
jika dia diam maka dia berfikir, jika dia
bicara maka dia mengingat, jika dia
diberi sesuatu maka dia bersyukur dan
jika dia dicoba maka dia bersabar. ”
============================
“Tetaplah tegar!! Krna ALLAH akn slalu
mjaga&mLindungimu.. jgn
gentar,sdih,atau tkt jk km org
b ’iman..! Ktakan kbenaran wlw bnyk
d hujat org..krn ssngghny bpegang pd
islm d hr ini spt mmegang bara api.. ”
=========================
“Sesuatu akan lebih terasa berharga
ketika kita sudah tidak
memilikinya,,maka hargai dan jagalah
segala yg kita miliki …
====================================
“jlnilah hidup ini penuh dgn
takwa&tawakal wahai manusia, karena
bumi ini hanya titipan ALLAH SWT
semata. Tegakkanlah Jihad fi Sabilillah
dgn keridhoan ALLAH SWT dimuka bumi
ini, jgn ada p ’pecahan shg b’cerai
berai antar saudara muslim.
=======================
“Allah itu Tujuan kami… Rasulullah
tauladan kami., Alquran Undang2 kami..
Jihad itu jalan hDp kami … Mati d Jalan
Allah Cita2 kami t’Tinggi..”

Kamis, 14 Oktober 2010

3 Bahaya Dosa & Maksiat

oleh Mukjizat Alquran pada 28 Juli 2010 jam 10:29
Ulama besar Ibnul Qayyim mengungkapkan,”Hendaknya kita pahami, bahwa dosa-dosa dan maksiat amat membahayakan dan merugikan. Tentunya bahaya itu mengenai hati, seperti bahaya samun (angin panas) terhadap badan.”

Menurut Ibnul Qayyim, pengaruh maksiat :

1.Tidak mendapatkan ilmu
    Sesungguhnya ilmu adalah sinar yang diletakkan Allah di dalam hati. Sedangkan maksiat memadamkan sinar tersebut.
    Setelah

2.Tidak mendapatkan rejeki
    Dalam musnad dikatakan : “Sesungguhnya seorang hamba tidak mendapatkan rezeki karena dosa yang diperbuat.”
    Takwa kepada Allah mendatangkan rezeki. Sedangkan meninggalkan takwa mendatangkan kefakiran dan kemiskinan.

3.Kerisauan dan kesepian di hatinya
    Tidak ada yang lebih pahit dalam hati daripada kerisauan karena kesepian antara dirinya dan orang lain. Terlebih, dari orang-orang baik di lingkungannya.

Sifat-sifat Bidadari Surga menurut Al-Qur'an

oleh Muslimah Perindu Syurga (RKI Muslimah) pada 25 Agustus 2010 jam 22:16

Bidadari surga adalah makhluk yang sangat dirindukan oleh orang-orang yang beriman. Allah swt. menganugrahkan sifat-sifat terindah kepada para bidadari surga dan memberi mereka perhiasan-perhiasan terbaik.

Ath-Thabrani meriwayatkan sebuah hadist yang berasal dari Ummu Salamah r.a., istri Rasulullah saw.

Ia berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah mengenai firman Allah,

'Dan (di dalam surga itu) ada bidadari yang bermata jeli.' (al-Waaqi'ah:22)

Beliau lalu bersabda, 'Jeli (hur) berarti sangat putih matanya. Sedangkan yang disebut mata indah ('in) berarti matanya lebar (besar). Rambutnya berkilau indah seperti sayap burung nasar.'

Aku bertanya lagi tentang makna ayat,

'Laksana mutiara yang tersimpan baik.' (al_Waaqi'ah: 23)

Beliau pun bersabda, 'Maksudnya, bersihnya mereka seperti bersihnya mutiara yang berada dalam cangkangnya, yang belum pernah tersentuh tangan manusia.'

Aku bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah, beritahu pula aku tentang makna firman Allah,

Di dalan surga-surga itu ada bidadari -bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik." (ar-Rahmaan: 70)

Beliau bersabda, 'Akhlaknya baik (khairat) dan wajahnya cantik'

Aku bertanya lagi, 'Terangkan pula tentang firman Allah,

'Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik.' (ash-Shaaffat: 49)

Beliau bersabda, 'Kelembutan kulit mereka seperti lembutnya kulit telur bagian dalam yang kamu lihat, yang tertutup oleh cangkang telur.'

Aku bertanya lagi, 'Terangkan pula tentang firman Allah,

'Penuh cinta ('uruban) lagi sebaya umurnya (atraban).' (al-Waaqi'ah: 37)

Beliau bersabda, 'Mereka adalah para wanita yang telah wafat di dunia dalam keadaan tua renta, matanya sudah rabun dan beruban rambutnya. Setelah itu Allah swt. kembali menciptakan mereka, dan menjadikan mereka perawan lagi. 'Uruban artinya penuh cinta dan kasih sayang. Sedangkan atraban bermakna mereka lahir dalam satu waktu (usia mereka semua sama).'

Aku bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah, mana yang lebih utama: wanita dunia atau bidadari?'

Beliau menjawab, 'Wanita-wanita dunia lebih utama dari bidadari, seperti kelebihan apa yang tampak dari apa yang tidak tampak.'

Aku bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah, mengapa demikian?'

Beliau bersabda, 'Karena shalat mereka, puasa mereka, dan ibadah mereka karena Allah. Allah Ta'ala memberi cahaya di wajah mereka. Mereka mengenakan sutra di tubuhnya. Warna kulit mereka putih, pakaian mereka hijau, perhiasan mereka kuning, pedupan mereka mutiara, dan sisir mereka adalah emas. Mereka mengatakan: kami adalah perempuan-perempuan abadi yang takkan mati. Kami adalah perempuan-perempuan bahagia yang takkan pernah miskin. Kami adalah perempuan-perempuan penduduk tetap yang takkan pindah selamanya. Ketahuilah, kami adalah perempuan-perempuan yang ridha dan takkan marah selamanya. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami menjadi miliknya.'

Aku bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah, di antara kami ada yang menikah dua kali, tiga kali, dan empat kali, kemudian ia wafat dan masuk surga. Sedangkan para suami itu juga masuk surga bersamanya. Lalu, pria mana yang akan menjadi suaminya di surga kelak?'

Beliau menjawab, 'Hai Ummu Salamah, nanti dia akan memilih, mana yang paling baik akhlaknya. Wanita itu nanti akan berkata: "Ya Tuhan, laki-laki itu paling baik akhlaknya kepadaku di antara lainnya saat hidup bersama di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya." Maka wahai Ummu Salamah. akhlak yang baik itu akan membawa kebaikan di dunia dan akhirat.'" (HR. ath_Thabrani)

(sumber: Taman Para Pecinta~Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah)

=========================================================

Begitulah gambaran bidadari surga menurut Al Qur'an.

Ukhti fillah, engkaukah yang kan menjadi bidadari itu?

dan engkau wahai akhi fillah, jemput dan pinanglah bidadari surgamu....



ANUGERAH TERINDAH MILIK KITA

oleh RENUNGAN & DAKWAH ISLAM pada 06 Oktober 2010 jam 15:10

Ringkih dan renta karena ditelan usia, namun tampak tegar dan bahagia. Ikhlas, memancarkan selaksa cinta penuh makna yang membias dari guratan keriput di wajah. Tiada yang berubah sejak saat dalam buaian, hingga sekarang mahkota putih tampak anggun menghiasinya. Dekapannya pun tak berubah, luruh memberikan kenyamanan dan kehangatan.

Jemari itu memang tak lagi lentik, namun selalu fasih menyulam kata pinta, membaluri sekujur tubuh dengan do'a-do'a. Kaki tampak payah, tak mampu menopang tubuhnya. Telapak tempat surga itu pun penuh bekas darah bernanah, simbol perjuangan menapak sulitnya kehidupan.

Ibunda...Adakah saat ini kita terenyuh mengenangkannya? Ia adalah sebuah anugerah terindah yang dimiliki setiap manusia. Sejak dalam rahim, betapa cinta itu tak putus-putusnya mengalirkan kasih yang tak bertepi. Hingga kerelaan, keikhlasan dan kesabaran selama 9 bulan pun bagai menuai pahala seorang prajurit yang sedang berpuasa, namun tetap berperang di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Polesannya adalah warna dasar pada diri kita. Menggores sebuah kanvas putih nan suci, hingga tercipta lukisan Yahudi, Musyrik atau Nasrani. Namun, goresan yang diselimuti untaian ayat suci Al Qur'an, zikir, tasbih serta tahmid, tentu akan melahirkan syakhsiyah Islamiyah (kepribadian Islam) pada jiwa. Ibunda pun berharap tercipta jundullah (tentara Allah) dari sebuah madrasah keluarga.

Selaksa cinta ibunda yang dibaluri tsaqofah Islamiyah (wawasan keislaman) telah menyemai banyak pahlawan Islam. Teladan Asma' binti Abu Bakar Ash-Shidiq melahirkan pahlawan Abdullah bin Zubair, yang dengan cintanya masih berdoa agar dirinya tidak mati sebelum mengurus jenazah anaknya yang disalib Hajaj bin Yusuf, antek Bani Umaiyah. Polesan warna seorang ibunda, Al Khansa, melahirkan putra-putra kebanggaan Islam yang berani dan luhur akhlaqnya, hingga satu persatu syahid pada perang Qodisyiah. Di sela kesedihannya, ibunda masih berucap, "Alhamdulillah... Allah telah mengutamakan dan memberikan karunia padaku dengan kematian anak-anakku sebagai syuhada. Aku berharap semoga Allah mengumpulkan aku dengan mereka dalam rahmat-Nya kelak."

Banyak... sungguh teramat banyak cinta ibunda yang melahirkan kisah-kisah teladan. Yatim seorang anak pun tidaklah menghalangi ibunda untuk merangkai sejarah dengan tinta emas, terbukti dengan mekar harumnya para mujtahid Imam Abu Hanifah, Imam Syafi'i, Imam Ahmad bin Hambal serta Imam Bukhari. Didikan ibunda mereka telah mampu mendidiknya hingga menjadi anak-anak yang gemar menuntut ilmu tanpa kenal lelah, bahkan mandiri dalam kemiskinan.

Kita mungkin dilahirkan dari rahim seorang perempuan biasa. Bahkan kita pun tidak dilahirkan untuk menjadi seorang pahlawan. Namun, ibunda kita dan mereka adalah sama, sebuah anugerah terindah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Saat dewasa, tapak kaki telah kuat menjejak tanah dan tangan pun terkepal ke angkasa, masihkah selalu ingat ibunda? Cita-cita telah tergenggam di tangan, popularitas, kemewahan hingga dunia pun telah takluk menyerah kalah, tunduk karena ketekunan, jerih payah serta kerja keras tiada hentinya. Haruskah sombong dan angkuh hingga kata-kata menyakitkan begitu gampang terlontar?

Duhai jiwa, sekiranya engkau sadar bahwa tanpa do'a ibunda, niscaya semua masih angan-angan belaka.Astaghfirullah... ampuni diri ini ya Allah.

Duhai ibunda...Maafkan jika mata ini pernah sinis memandang, dan lidah yang pernah terucap kata makian hingga membuat luka hatimu. Maafkanlah pula kalau kesibukan menghalangi untaian do'a terhatur untukmu. Ampuni diri ananda yang tak pernah bisa membahagiakanmu, ibunda.

Sungguh, jiwa dan jasad ini ingin terbang ke angkasa lalu luruh di pangkuan, mendekap tubuh sepuh, serta menangis di pangkuanmu. Hingga terhapuskan kerinduan dalam riak anak-anak sungai di ujung mata. Rengkuhlah ananda dengan belai kasih sayangmu bagai masa kecil dulu. Mengenangkan indahnya setiap detik dalam rahimmu dan hangatnya dekapanmu. Buailah dengan do'a-do'a hingga ananda pun lelap tertidur di sampingmu.

Duhai ibunda...Keindahan dunia tak akan tergantikan dengan keindahan dirimu.Sorak-sorai pesona dunia pun tak dapat menggantikan gemuruh haru detak jantung saat engkau memelukku.Indah... semua begitu indah dalam alunan cintamu, menelisik lembut, membasahi lorong hati dan jiwa yang rindu kasih sayangmu.

Duhai ibunda...Bukakanlah pintu ridhomu, hingga Allah pun meridhoiku.

Wallahua'lam bi showab.