Tampilkan postingan dengan label SYAITAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SYAITAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Oktober 2010

::Musuh Utama Manusia::

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah swt telah menyuruh kita menjadikan syaitan sebagai musuh.
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu),
(6 : 35 al-Fatir)

Boleh kata semua manusia akan mengakui syaitan sebagai musuhnya. Namun tidak ramai yang mengetahui bagaimana cara untuk menghadapi syaitan dan di manakah ruang-ruang yang syaitan boleh masuk pada diri setiap insan. Ini adalah sebahagian dari ruang-ruang yang perlu seorang manusia tutup agar syaitan tidak memperdayanya.

1. SYAITAN BERMALAM DI DALAM HIDUNG

“ Apabila seseorang kamu bangun dari tidurnya hendaklah dia memasukkan dan mengeluarkan air dari hidungnya tiga kali. Sesungguhnya syaitan bermalam di dalam lubang hidungnya.”

-Hadis riwayat Bukhari dan Muslim-


2. SYAITAN KENCING DI DALAM DUA TELINGA

Apabila diberitahu kepada Nabi saw tentang seorang lelaki yang tidak bangun tahajud dan bangun ketika waktu sudah subuh. Nabi saw bersabda:

“ Lelaki itu telah dikencing syaitan di dua telinganya.”

-Hadis sahih Bukhari dan Muslim-


3. SYAITAN MASUK DALAM MULUT YANG TERBUKA MENGUAP

“ Apabila seseorang menguap hendaklah dia menutup dengan tangannya. Sesungguhnya syaitan masuk ke dalam mulutnya yang terbuka.”

-Hadis sahih Muslim-


4. SYAITAN KETAWA MELIHAT MANUSIA YANG BERKATA “AAAAAH “ SEMASA MENGUAP

Nabi saw bersabda:

“ Dan janganlah seseorang itu berkata “aaaaaaaa” semasa menguap. Syaitan akan ketawa bila dia membuka mulut semasa menguap.”

-Hadis riwayat Ahmad-


5. MEMAKI ORANG MEMBANTU SYAITAN UNTUK MEROSAKK
AN MANUSIA

Seorang lelaki mencela seorang yang dikenakan hukuman sebat kerana minum arak. Nabi saw bersabda:

“Janganlah kamu berkata sedemikian kepada orang yang dihukum. Janganlah kamu membantu merosakkan dia.”

-Hadis sahih Bukhari-

Moral: Oleh itu janganlah kita memaki atau menghina walaupun orang yang sudah jelas kesalahannya. Memaki hamun dalam apa jua keadaan adalah dilarang.



6. SYAITAN TIDAK MASUK RUMAH YANG DIBACA SURAH BAQARAH

Nabi saw bersabda:

“ Janganlah kamu jadikan rumah-rumah kamu sebagai kubur. Sesungguhnya syaitan akan lari dari rumah yang dibaca surah al-Baqarah.”

-Hadis sahih Muslim-

Faedah: Siapa yang baru masuk rumah atau rumahnya diganggu maka digalakkan untuk membaca surah al-Baqarah beramai2.



7. SYAITAN MAKAN DARI MAKANAN YANG TIDAK DIBACA BISMILLAH DAN BERMALAM PADA RUMAH YANG TIDAK DIMASUKI DENGAN BISMILLAH

“ Apabila seorang lelaki memasuki rumahnya dan menyebut nama Allah semasa masuk dan menyebut nama Allah semasa makan. Syaitan akan berkata kepada konco2nya “Kamu tidak ada tempat bermalam dan tidak ada makan malam.” Apabila dia masuk kerumahnya tanpa menyebut nama Allah syaitan akan berkata “ Kamu semua mendapat tempat bermalam.” Apabila dia tidak menyebut nama Allah semasa makan , syaitan akan berkata “ Kamu mendapat makan malam dan tempat bermalam.”

-Hadis Muslim-


8. MAKANAN JATUH YG DIBIARKAN ADALAH HABUAN SYAITAN

“ Apabila jatuh sebahagian suapan makanan kamu. Hendaklah kamu buang kotoran yang melekat pada makanan dan hendaklah dia makan. Jangan biarkan ia dibiarkan untuk dimakan oleh syaitan.”

-Hadis Muslim-


9. SYAITAN PENGGANGGU SOLAT

Suatu hari Amru bin abi al-As mengadu Rasulullah saw:
“ Ya Rasulullah sesungguhnya syaitan telah mengganggu ku solat dan menimbulkan was-was dalam bacaanku.”

Rasulullah saw pun menjawab:
“ Itulah syaitan yang dipanggil khinzab. Apabila engkau merasai gangguannya hendaklah engkau minta perlindungan dari Allah dan ludah ke kirimu tiga kali.”

Amru berkata:
“Aku melakukan apa yang Rasulullah sarankan , lalu Allah menghilangkan segala gangguan syaitan tersebut.”

-Hadis Muslim-


10. MINUM BERDIRI BERSAMA SYAITAN

Nabi saw bertanya kepada orang yang minum berdiri:

“Adakah engkau suka minum bersama dengan kucing?”

Dia menjawab “Tidak”

Nabi saw bersabda:
“Sesungguhnya kamu telah minum dengan mahkluk yang lebih teruk dari kucing iaitu syaitan.”

Hadis Ahmad


11. SYAITAN SEMAKIN BESAR BILA DIMAKI

Seorang sahabat Nabi saw telah memaki syaitan apabila binatang tunggangannya terjatuh. Nabi saw bersabda:

“ Janganlah kamu berkata “ Celaka syaitan.” Kalau kamu berkata begitu syaitan akan berasa besar diri seperti rumah dan berkata “ mendapat kekuatan ku.” , tapi hendaklah kamu berkata “ Dengan nama Allah.” Apabila berkata sedemikian syaitan akan jadi hina sehingga seperti lalat.”

Hadis Abu daud

Ingatlah bahawa syaitan akan cuba menyesatkan manusia selagi nyawa manusia itu dikandung badannya. Rasulullah saw bersabda:

“ Sesungguhnya syaitan berkata “ Demi kemulianmu hai Tuhan. Aku akan sentiasa menyesatkan hamba-hamba-Mu selagi mana nyawa berada di tubuh mereka.” Tuhan menjawab “ Demi kemulian dan keagunganku aku akan sentiasa mengampunkan mereka selagimana mereka meminta ampun kepadaku.”

Hadis riwayat Ahmad

Kamis, 14 Oktober 2010

Ketika Iblis membentangkan sajadah

oleh 1000 Kisah Teladan pada 19 Maret 2010 jam 7:23

Siang menjelang dzuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu Jum'at, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah ada dalam Masjid. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air.

Pada setiap orang, Iblis juga masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap sajadah. "Hai, Blis!", panggil Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu. Iblis merasa terusik : "Kau kerjakan saja tugasmu, Kiai. Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang dalam Masjid ini!", jawab Iblis ketus.

"Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci,Kalau kau mau ganggu, kau bisa diluar nanti!", Kiai mencoba mengusir.

"Kiai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru". Kiai tercenung. "Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu". "Dengan apa?"

"Dengan sajadah!"

"Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, Blis?"

"Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan besar!"

"Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru,Blis?"

"Bukan itu saja Kiai..."

"Lalu?"

"Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar"

"Untuk apa?"

"Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang Kau pimpin, Kiai! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya bisa ikut membentangkan sajadah".

Dialog Iblis dan Kiai sesaat terputus. Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah. Keduanya berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Sementara, satu lagi, sajadahnya lebih kecil. Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajadahnya, tanpa melihat kanan-kirinya. Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dulu datang. Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya. Keduanya masih melakukan sholat sunnah.

"Nah, lihat itu Kiai!", Iblis memulai dialog lagi.

"Yang mana?"

"Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka punya sajadah yang berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka".

Iblis lenyap.

Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf.

Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunah. Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya. Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sembari bangun dari sujud, ia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya di atas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil kembali berada di bawahnya. Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil, melakukan hal serupa.

Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu berjalan sampai akhir sholat. Bahkan, pada saat sholat wajib juga, kejadian-kejadian itu beberapa kali terihat di beberapa masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, ketimbang menerima di bawah. Di atas sajadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya. Siapa yang memiliki sajadah lebar, maka, ia akan meletakkan sajadahnya diatas sajadah yang kecil. Sajadah sudah dijadikan Iblis sebagai pembedaan kelas.

Pemilik sajadah lebar, diindentikan sebagai para pemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain. Dan pemilik sajadah kecil, adalah kelas bawah yang setiap saat akan selalu menjadi sub-ordinat dari orang yang berkuasa.

Di atas sajadah, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain.

"Astaghfirullahal adziiiim ", ujar sang Kiai pelan